You are currently viewing Mengenal ECR 350 (V-Bike), Prototype ELBIKE yang mejeng di event Idea Pitching Batch #2 Agni

Mengenal ECR 350 (V-Bike), Prototype ELBIKE yang mejeng di event Idea Pitching Batch #2 Agni

Penulis : Tities Guritna l Editor : Reza Falevi  JAKARTA, ELBIKEGARAGE.com

Ada yang unik pada event idea innovative pithcing batch 2 Agni, salah satu dari 14 peserta yang hadir untuk acara pitching membawa prototype produknya, iya itu adalah ELBIKE, calon startup berbasis kostumisasi sepeda motor listrik. ECR350 atau dikenal dengan V-bike (merujuk pada bentuk rangka motornya yang menyerupai huruf V ) sengaja dibawa oleh CEO ELBIKE Fachrul Mutaqien untuk meramaikan dan membawa hoki. “iya rangkanya kan kayak huruf V, yang artinya victory,” ungkapnya disela acara pitching.

V-bike sendiri merupakan representasi dari model motor listrik yang ada di pasaran saat ini. Designnya sangat simple, beberapa bagian rangka hanya tersusun dari besi square hollow yang kemudian di las satu sama lain sehingga menyerupai huruf V, menggunakan ban diameter 14, dengan double shock diameter 2 inch, motor yang dipakai jenis BLDC yang menyatu dengan velg ban belakangnya. Ada beberapa lampu sederhana pada bagian depan dan belakang, lampu sign untuk memberi tanda belok hingga penggunaan cat minyak hitam untuk surface protection. Dengan baterai litihium 60 watt yang dilengkapi dengan battery management system, V-bike membuat sensai tersendiri di acara tersebut.

Ronny Hartanto, VP Production Operation and Maintenance Service PT Elnusa tbk, yang menjadi salah satu juri di acara idea innovative pitching batch 2, turut mengomentari V-bike beberapa saat sebelum Elbike presentasi pitching, “ini nggak SNI ini !” ungkapnya bercanda sambal kegi melihat V-bike. Ahmad Zaky, VP Asset Management PT Elnusa tbk, tidak ketinggalan turut test drive di acara tersebut. Sambil bercanda, dia turut mengomentari motor listrik yang dibuat dalam waktu seminggu tersebut. “Ini kuat nggak ni ?” pungkasnya tersenyum sambil memulai menarik gas V-Bike.

Usut punya usut, alasan terkuat Fachrul Mutaqien, CEO Elbike, membawa prototype di ajang idea innovative pitching batch 2 Agni adalah untuk memperkuat sisi penyampaian dan penjelasan produk ELBIKE pada saat presentasi pitching. Dihadapan juri, sulit baginya untuk menyampaikan semuanya dalam waktu 4 menit. “Saya pikir akan susah jika harus ngomong cepat selama 4 menit dan harus sinkron dengan slide presentasi, para juri akan melihat seperti apa produk yang akan kami buat dan saya tidak perlu menyampaikan semua maksud saya,” jelasnya. “Mereka akan melihat produk kami dipanggung, dan kami bisa melakukan presentasi dengan tenang,” tambahnya.

V-Bike dan Proses manufacturing di ELBIKE

V-bike tergolong memiliki design yang padat. Dijelaskan bahaw, elemen utama motor listrik terletak pada baterai dan rangkanya. Dari dua factor tersebut, dikembangkan spesifikasinya hingga didapatkan data kecepatan motor, ketahanan baterai, jarak optimal yang dapat ditempuh dan lain sebagainya. Chief Executive Bussiness (CEB) ELBIKE, Reza Falevi, memberikan gambaran singkat bagaimana platform elbike nantinya bekerja. “Kami akan menyuguhkan Anda beberapa pertanyaan. Apakah Anda mau membuat motor listrik dari 0 atau memodifikasi motor konvensional Anda menjadi motor listrik.” Jelasnya.

Reza juga menambahkan bagaimana platform elbike nanti memberikan solusi motor listrik. “Anda ingin kecepatan berapa? Atau berapa jumlah penumpang yang akan Anda bawa?” kata reza. “Spesifikasi dasar itu akan kami tanyakan melalui platform elbike yang ada di handphone Anda” jelas reza sambil membuka app store di hp nya. “Kami akan memiliki mitra bengkel variasi motor, kami mengenal beberapa vendor penyedia kebutuhan motor listrik, jika Anda membantu kami menjadi member elbike, pertumbuhan motor listrik akan masih,” tambahnya.

Chief executive design (CED) ELBIKE, Tities Guritna, juga turut berkomentar. Disela acara idea pitching innovative batch 2, dia sedikit memberikan bocoran salah satu fitur elbike, built it. Menurutnya fitur ini akan digemari oleh pecinta motor listrik, atau yang ingin bereksperimen membuat motor listrik. “Anda hanya akan melihat tampilan handphone Anda seperti Anda memodifikasi kendaraan di game need for speed.” Kata Tities menjelaskan. “Anda dapat membangun sepeda motor, Anda memiliki koin koin yang bekerja seperti OVO atau gopay kemudian mengambil basis rangka di menu dan memodifikasi motor, motif cat, asesoris yang tersedia di store kami, Anda akan berkhayal tentang motor seperti apa yang Anda inginkan,” pungkasnya jelas.

Tities juga menjelaskan bahwa kebebasan dalam mendesain adalah hal yang mengasyikkan. Namun, menyeimbangkan antara kebebasan men design dengan kualitas dalam produksi adalah hal yang sulit. Menurutnya, good manufacturing process akan tetap ELBIKE jalankan. “Anda akan berkhayal dan Anda akan mendesign, kami memiliki link tenaga engineering, mereka sangat berpengalaman, dan mereka akan mengomentari design Anda,” tambahnya sedikit menjelaskan tentang good built quality di elbike nantinya. “Mitra engineering kami bisa merekomendasikan sesuatu yang lebih baik dan melalui rekomendasi mereka kami akan memberikannya ke bengkel bengkel mitra kami,” tambah Tities.

 

Leave a Reply